Tentang Kami

AIKIDO YOGYAKARTA

Aikido telah hadir di Jogja sejak tahun 1996, dibawa oleh Haris Martono murid dari Milda Gustiana (Bandung). Haris yang masih kyu-2 kemudian menjadi pelatih, dan sebagai ketua dojo Jogja pertama kalinya adalah Laddy Lesmana, yang semula harus berlatih di luar kota di Dojo Semarang. Pada kepungurusan awal mereka dibantu oleh Oerip Handoko dan Suyoto.

Setelah beberapa kali pindah tempat maka pada awal September 1997, atas usaha Andi dan Theo, maka dibuka lah Dojo Universitas Sanata Dharma. Dari sini lah Aikido kemudian berkembang menjadi Dojo Janti dan Dojo UAJY. Ketiga dojo ini pada tanggal 14 Desember 1999 sepakat mendirikan BPD YIA Yogyakarta serta mendapat pengesahan dengan Surat Keputusan no. 028/SJ.YIA/IV/2000 tertanggal 2 April 2000. Pengurusan masa itu diisi oleh Bharata Satria (Ketua), Iwan Rossanda (Sekretaris), Jajah Fachiroh (Bendahara), dan Laddy Lesmana (Ketua Dewan Guru).

Seiring dinamika organisasi, BPD sempat tidak efektif untuk beberapa tahun lamanya. Pada masa ini beberapa senior Aikido generasi awal pun tidak aktif karena berbagai sebab, hingga hanya tersisa 2 yudansha sampai tahun 2007.

Tahun 2003, Eduard Rusdianto diangkat menjadi anggota Dewan Guru BPP YIA, dan mulai saat itu semua urusan komunikasi dengan pusat dilaksanakan melalui Eduard. Setelah dibukanya Dojo Universitas Gadjah Mada pada tahun 2004, maka BPD YIA Yogyakarta diaktifkan kembali. Winny Setyo Nugroho yang baru pulang dari Amerika, terpilih menjadi Ketuanya dengan Sekjen Winasis Jatmiko. Pada kepengurusan kali ini yang menyatakan bergabung dengan BPD adalah:

  1. Dojo Sadhar (Universitas Sanata Dharma)
  2. Dojo Atma (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)
  3. Dojo Universitas Gadjah Mada.

Sejak saat itulah maka Aikido berkembang sangat pesat di Jogja, hingga saat ini telah ada 10 dojo regular dengan 26 yudansha (sabuk hitam). Selain 10 dojo tadi AikiShidoukai juga memenuhi permintaan untuk mengadakan ekstra kurikuler Aikido di sekolah-sekolah yaitu di:

  1. SD Tumbuh 1 , SD Tumbuh 2, Tumbuh Primary
  2. SMP Tumbuh
  3. SMA BIAS.

Selain di Jogja, para Aikidoka yang dulu berlatih di kota ini kemudian mendirikan dojo di tempat tinggalnya masing-masing. Maka berdirilah:

  1. Dojo Shizen (Malang)
  2. Dojo Gamansite (Mojokerto)
  3. Fudoshin Aikido Club (Magelang)

Perkembangan Aikido yang hingga keluar Jogja, menuntut diadakannya sebuah wadah yang lebih besar hingga semua dojo bisa terwadahi. Menyadari hal itu maka pada tanggal 12 Oktober 2012 Eduard Rusdianto dkk secara resmi mendirikan Komunitas AikiShidoukai, di bawah Perguruan Indonesia Aikikai.
Bertambahnya jumlah anggota bertambah juga permintaan untuk mengup-grade ilmu Aikido. Untuk keperluan itu beberapa Shihan pernah dihadirkan ke Jogja.

  1. Hironobu Yamada (2005, 2013)
  2. Koichi Toriumi (2002)
  3. Ikuhiro Kubota (2002, 2012 & 2013)
  4. Donovan Waite (2009)
  5. Yoshinobu Irie (2012)
  6. Takeki Tsuboi (2013)
  7. Jun Nomoto (2010, 2011, 2012)
  8. Mitsuteru Ueshiba* (2013)

Secara Nasional, AikiShidoukai dan BPD Indonesia Aikikai Jogja berkesempatan menjadi tuan rumah ujian Yudansha Indonesia Aikikai tahun 2012. Dan tahun 2013 lalu Jogja kembali menjadi tuan rumah ulang tahun Indonesia Aikikai yang menghadirkan Waka Sensei, Mitsuteru Ueshiba. Tentu suatu yang membanggakan bahwa Jogja menjadi tuan rumah bagi hadirnya keluarga Ueshiba di Indonesia. Beliau adalah cicit dari pendiri Aikido Morihei Ueshiba. (Teguh Juwono Dan-3)