Category Archives: Artikel

03Jun/15

AIKIDO Weekend – Tempat latihan Aikido Sabtu dan Minggu

Dojo Kartika Dewi Yogya – Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran tokoh beladiri Jepang “O’Sensei Morihei Ueshiba” dengan selimut budaya Jepang tradisional. Beladiri ini melatih penyelarasan fikiran, tubuh dan alam, untuk menjadi satu kesatuan yang harmonis dengan didasari rasa cinta kasih untuk memberi dan menjaga kehidupan. Hal ini membuat seni beladiri yang dikembangkan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an menjadi sangat diminati berbagai kalangan pada abad modern ini sebagai sebuah gaya hidup. Bagi masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya yang menginginkan latihan aikido namun terkendala oleh padatnya kegiatan sehari-hari tidak perlu khawatir lagi, Dojo Kartika Dewi adalah AIKIDO weekend yang waktu latihanya pada hari Sabtu dan Minggu pukul 17.00 – 19.00 (break sebentar untuk menunaikan sholat Maggrib bagi yang muslim). Lalu bagaimana dengan usia? Dalam berlatih Aikido usia tua, muda, anak-anak, pria atau wanita tidak jadi masalah, karena didalam latihan tidak melakukan tehnik yang keras jadi sangat ditekankan pada kelembutan dan keselarasan, gerakan bersifat alamiah sehingga dapat dilakukan oleh berbagai usia. Continue reading

16Apr/15

Aikido – Olahraga Plus Apa Plus Olahraga?

Kotegaeshi Aikido AikiJgj – Sekilas judul diatas hanya sebuah pertanyaan yang gak penting banget, ya kan? yang pasti sama-sama keluar keringat dan sehat. Ok yok pelan-pelan kita ulas kanti weninging pikir, segala sesuatu tergantung dari niat bukan? jika anda menginginkan olahraga plus tentu ini perlu pertimbangan yang didasari karena kebutuhan. Kalau olahraga saja sudah jelas dan pasti tujuan utama menjaga kebugaran. Namun kalau olahraga plus, plusnya disini apa? misalnya saja Anda menginginkan tidak sekedar memilih olahraga biasa tetapi memilih olahraga yang selain untuk menjaga kebugaran juga bisa digunakan untuk beladiri pada saat dubutuhkan. ha ha ha kenapa dari awal tidak bilang aja olahraga beladiri! ait ini beda saudaraku, kalau kita ngomongin olahraga beladiri ini pasnya untuk kalangan anak muda saja atau paling tidak di bawah 30 tahun, mengapa? karena pada umumnya olahraga beladiri itu keras, membutuhkan stamina prima, dan bisa dijadikan ajang prestasi. Lalu bagaimana dengan Om-tante, Bapak-Ibu atau bahkan yang sudah punya Cucu? mereka juga butuh olah gerak yang bisa menjaga kebugaran atau olahraga yang tidak terlalu menguras energi namun bisa digunakan untuk beladiri. Jawabanya jelas, ambil olahraga plus beladiri seperti: Aikido, taichi, silat tradisional tertentu (misal cikalong). Olahraga ini tidak dipertandingkan, tidak keras, bisa menjaga kebugaran plus bisa untuk beladiri dan yang pasti bisa diikuti oleh segala umur. Continue reading

14Apr/15

Pentingnya Belajar Beladiri

Belajar Beladiri YogyakartaYogyakarta – Setiap hari kita selalu menyaksikan informasi/berita kriminalitas. Premanisme kini tidak hanya terjadi di kota-kota besar tetapi sudah mulai merambah kepinggiran kota bahkan hingga desa-desa yang dahulu dikenal nyaman jauh dari carut marut kota. Aparat keamananpun sudah mulai kewalahan menangani berbagai macam tindakan kriminal, akankah kita hanya mengandalkan aparat keamanan untuk setiap denyut kehidupan kita? tentu saja tidak! dalam sutuasi tertentu kita pasti harus terpisah(mandiri) dari saudara, tetangga, teman maupun komunitas, maka pada saat itulah kita harus siap dalam segala hal. Persiapan apa yang harus diperlukan? Bela diri! ya keterampilan beladiri setidaknya menjadi bekal kita. Setidaknya dengan bekal paling tidak salah satu ilmu beladiri Anda lebih percaya diri dan dalam kondisi terancam tidak mudah panik, bisa berfikir logis untuk melakukan apa yang harus anda lakukan. Continue reading

18Nov/14

Reigi

ReiKata “rei” menjadi bagian dari istilah “reigi” atau “reigi-saho” yang kita kenal dalam Aikido. Secara luas, istilah ini dikenal di semua ilmu bela diri yang berasal dari Jepang. “Reigi” sering diterjemahkan oleh praktisi barat sebagai “etiquette“, walau sebenarnya “reigi” memiliki makna lebih dalam yang berkaitan dengan aspek kejiwaan dan mental.

Secara harafiah penerjemahan “rei” sendiri ke dalam bahasa Indonesia bisa dikatakan lebih dekat ke makna sebenarnya dalam bahasa Jepang, yaitu “penghormatan”. Dalam sesi latihan kita selalu melakukan penghormatan kepada shomen atas perintah yang diberikan siapapun yang memimpin mulainya sesi dengan kata “rei!

Sebagai gambaran sederhana, kita dapat mengartikan perintah rei sabagai perintah untuk melakukan hormat bendera, atau ketika kita melihat bagaimana sesama prajurit militer melakukan “salute”. Terkadang dalam film-film, kita mendapati kata “respect!“, lalu rekan-rekan di sekeliling tokoh tersebut memberikan hormat. Continue reading