Fudoshin AIKIDO Club Hadir untuk Masyarakat Magelang

AIKIDO Fudhosin Magelang 01Magelang – Kabar gembira bagi masyarakat pecinta beladiri Aikido khususnya di wilayah Magelang dan sekitar. Fudoshin Aikido Club, ya kami hadir untuk Anda semua. Fudhosin adalah salah satu dojo Aikido termuda saat ini dibawah kepengurusan perguruan Indonesia AIKIKAI Yogyakarta yaitu “AIKI-SHIDOUKAI”. Kehadirian kami adalah salah satu bentuk perhatian sekaligus respon terhadap banyaknya permintaan masyarakat Magelang dan sekitar atas hadirnya beladiri aikido. Sebelumya kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya terhadap masyarakat Magelang dan sekitar atas kesempatan yang diberikan untuk memperkenalkan salah satu budaya sekaligus seni beldiri Jepang. Saat ini kami latihan di Gedung Prajurit, Kodim 0705/MGL, Jalan Jend. Ahmad Yani, Kota Magelang, setiap Rabu & Minggu Pk. 16.00 WIB, dibawah asuhan Sensei Teguh Dan-3. Terbuka untuk umum dewasa tidak terbatas usia. 

Selayang pandang tentang Aikido “Aikido (bahasa Jepang: 合気道, aikidō) adalah seni beladiri yang mempunyai akar pertumbuhan dan budaya dari Jepang. Aikido merupakan manifestasi dari modernisasi pemikiran Jepang dengan selimut budaya Jepang tradisional. Hal ini membuat seni beladiri yang dikembangkan oleh Morihei Ueshiba sekitar tahun 1800-an( 植芝 盛平 Ueshiba Morihei) menjadi sangat diminati berbagai kalangan pada abad modern ini sebagai sebuah gaya hidup. Akar ilmu bela diri aikido terutama berasal dari sebuah tradisi bela diri kuno yang turun temurun hanya dimiliki oleh sebuah keluarga istana,[1] yaitu “Daito Ryu Aiki-Jujutsu (atau ju-jutsu)”.

Dalam tradisi lama “Jutsu” berarti sebuah “art” atau “seni”, sehingga bentuk lama ini mempunyai pakem-nya sendiri sebagai sebuah tradisi dengan tatanan gerak tertentu. “Daito” adalah sebuah nama yang merujuk kepada nama sebuah istana, yaitu Daito. “Daito” merupakan istana milik putra keturunan Kaisar Seiwa bernama Minamoto Genji Yohimitsu. Yoshimitsu diwarisi ilmu ini oleh putra keenam Kaisar Seiwa yaitu Pangeran Teijun yang sangat menggemari ilmu beladiri.

Morihei Ueshiba yang biasa disebut sebagai O-Sensei mempelajari ilmu “Aiki” ini dari guru pewaris ilmu ini yaitu “Sokaku Takeda”. “Takeda” adalah sebuah nama keluarga yang tidak lain adalah nama lain dari keluarga “Minamoto”. Dengan bakat yang begitu besar, Morihei Ueshiba telah menyebarkan muridnya ke seluruh dunia untuk memperkenalkan keindahan ilmu seni beladiri aikido ini. Saat ini, aikido telah berkembang sekurangnya ke 93 negara di Asia, Eropa, Amerika, Australia dan sebagian Afrika.

Sedangkan aikido di Indonesia secara organisasi telah diorganisir pertama kali oleh organisasi yang juga berbentuk yayasan, yaitu “Yayasan Indonesia Aikikai” atau “YIA” pada tahun 1984. Sedangkan menurut informasi lisan (penuturan), sejarah perkembangan aikido di Indonesia telah mulai berkembang sejak sekitar tahun 1970, bersamaan dengan kembalinya para putera Indonesia yang lulus sarjana dari Jepang yang disekolahkan Pemerintah RI sebagai akibat pampasan perang Jepang.

Perkembangan aikido dan beladiri impor lainnya dari Jepang sebenarnya tumbuh dalam kurun waktu yang kurang lebih sama. Tetapi seni beladiri Kempo, Karate, Jujitsu dan Judo menjadi lebih dahulu populer dibandingkan Aikido pada masa itu. Dan pada kenyataannya seni beladiri aikido baru mulai tumbuh sejak tahun 1990 di Indonesia.” (sumber wikipedia)

Aikido semakin berkembang pesat sejak aktor kondang Stevan seagal (penyandang dan 7 Aikido) dalam setiap aksinya menggunakan teknik-teknik Aikido. Film perdananya adalah “Above the law” . Film tersebut ternyata banyak disukai dan mengundang banyak pujian, maka kemudian film tersebut diikuti film yang lain seperti “Hard to Kill”(1990), “Mark to death”(1990), dst. Dari sini akhirnya Aikido mulai banyak penggemarnya.

AIKIDO Fudhosin Magelang